Tuesday, January 26, 2016

Manfaat Belajar Secara Otodidak (Benefits of Autodidact )

Belajar secara otodidak (Tanpa Guru) banyak ditempuh agar mendapatkan suatu ilmu atau keahlian agar kelak dapat berguna di masyarakat. Pendidikan membutuhkan biaya yang cukup tinggi yang memaksa kebanyakan orang yang kurang mampu belajar dari kehidupan. Ada pepatah yang sangat bagus untuk dijadikan panutan yaitu "Pengalaman adalah guru yang terbaik".

Autodidact ( "learning by your own" or "by yourself") was taken by many people to get knowledge or ability that useful later in the community. Education costs are high enough that forces many people who are less in financial to learn from life. There is a saying that is very nice to be a role model that "experience is the best teacher".

daun daun kecil

Predikat guru yang baik akan disandang apabila menjalankan program pendidikan dengan benar dan terus menambah dan meningkatkan ilmunya agar dapat mencetak murid - murid yang berkualitas. Tidak heran jaman sekarang ini pendidikan secara otodidak mampu mencetak tenaga - tenaga ahli yang mampu langsung berkarya dan berada di dalam roda pembangunan dibandingkan dengan pengangguran - pengangguran intelektual yang sebagian besar berasal dari orang - orang yang menempuh jalur pendidikan formal. Padahal dalam pendidikan formal juga menuntut siswanya agar terjun langsung melalui praktek kerja nyata di lapangan agar setelah lulus diharapkan langsung bisa membaur dengan dunia kerja. Apakah ada perbedaan pendidikan melalui jalur formal dibandingkan belajar secara otodidak?.

Predicate of a good teacher carried when a teacher is running educational programs properly and continue to expand and improve their knowledge to create qualified students. No wonder today's Autodidact  is a way of learning that capable of creating experts who can work and are involving in the wheel of development in comparison with intellectual unemployment who mostly come from people  who go through a formal education. Whereas in formal education also requires the student to go directly through the real work practice in a real company so then expected directly to mingle with the world of work after graduation. Is there any difference between formal education compared with autodidact?.

buah yang terbuang 1

Berdasarkan pengalaman saya tatkala bercakap - cakap dengan beberapa orang, banyak informasi menyebutkan bahwa pekerjaan orang itu tidak berhubungan dengan pendidikan formal yang ditempuhnya. Orang yang belajar secara otodidak akan lebih susah mencari pekerjaan apabila suatu perusahaan mensyaratkan sebuah ijasah atau sertifikat pendidikan dari calon pekerja. Hal ini kemudian menyebabkan munculnya istilah fresh graduated yang mana memiliki makna seolah - olah yang baru lulus dari jalur pendidikan formal dianggap belum bisa atau mengerti dalam hal bekerja. Bagi kebanyakan pebisnis, apabila mereka telah sukses maka mereka akan menempuh jalur pendidikan formal kembali dengan maksud agar mendapatkan gelar yang sangat berharga di lingkungan sosial sebagai suatu nilai prestise saja. Pendidikan yang tidak merata ini juga menimbulkan ketidakseragaman istilah - istilah, sebagai contoh istilah tehnik yang berbeda bagi para tehnisi yang belajar secara otodidak dengan tehnisi yang telah menempuh jalur pendidikan formal.

Based on my experience when  making conversation to many people, then a lot of information that I got mentioning that their work was not related to the formal education taken. People who are self-educated would be more difficult to find a job when a company is requiring a certificate of education for their prospective workers. This then led to emergence of the term fresh graduated which has a sarcasm meaning such a recent graduate of the formal education can not be considered or understood in terms of working. For most business owner, when they had been successful on running their business then they will take back on the formal education with the intention on getting a degree that is very valuable in the social environment as a prestige value only. Unequal education also raises uniformity of terms, such as different technical term use by technician who are self-educated compared with technicians who have learned through formal education.

buah yang terbuang

Umur panjang untuk belajar apa saja. Atau yang disebut dengan "Long life education". Atau mari kita tumbuhkan budaya belajar untuk bisa bukan belajar untuk mencari kerja. Bukannya buah yang jatuh ke tanah akan bertumbuh menjadi pohon - pohon yang baru?. Oleh sebab itu murid yang berhasil adalah murid yang berasal dari pohon yang baik (sekolah yang baik). Akan tetapi sekolah yang baik itu mahal biayanya.

Long life to learn anything. Or called "Long life education". Or let us cultivate a learning for knowing culture better than learning for gaining a job. Fruit falls to the ground then will grow into a new tree, doesn't it ?. Therefore, successful students are students who come from a good tree (a good school). But good schools are expensive







  Ketut Rudi Utama
 Photo : Lelly Jeane

No comments:

Post a Comment