Tuesday, January 26, 2016

Seorang Raja Yang Sangat Baik (What a good king...)

Di suatu tempat di Bali yang disebut dengan Tirta Gangga terdapat kolam dan  pemandangan indah patung. Dikatakan bahwa di zaman kuno Raja Karangasem  yang membangun tempat indah ini  dan dipelihara dari generasi ke generasi. Di benak saya bahwa ada seorang raja yang benar-benar mencintai seni dan keindahan alam. hampir 70% dari lahan yang ada dibiarkan secara alami. Ini mengingatkan kita untuk mengikuti dan melaksanakan pada pengembangan di dunia modern sekarang ini.

Somewhere in Bali called Tirta Gangga found a beautiful pond and sculpture scenery. It said that in ancient times Karangasem king who built this beautiful place and maintained for generations. Minds me that there was a king who really loved art and natural beauty. nearly 70% of the land is left naturally. This remaind us to follow and carry out through the modern world development.

IMG_1867

Tirta Gangga secara harfiah berarti air dari Sungai Gangga dan ini adalah situs dari Hindu Bali. Dengan tegas, nama tempat ini mengacu kesebuah istana air yang dibangun pada tahun 1948 oleh Raja Karangasem, Anak Agung Agung Anglurah Ketut Karangasem. Namun tempat ini menjadi istana yang mendapatkan banyak pengunjungnya. Yang utama menjadi daya tarik tempat ini bagi pengunjung adalah istana air Tirta Gangga, labirin kolam dan air mancur yang dikelilingi oleh taman yang rimbun dan ukiran batu dan patung-patung. Satu hektar kompleks yang dibangun pada tahun 1946 oleh Raja Karangasem yang sempat hancur oleh letusan Gunung Agung pada tahun 1963. Namun dibangun kembali karena rasa cinta dan dipulihkan kembali sampai memiliki kemegahan kerajaan tersendiri. Inti dari istana ini adalah  air mancur berjenjang sebelas  dan ada banyak ukiran indah dan patung-patung yang menghiasi taman. Daerah di sekitar Tirta Gangga terkenal untuk daerah persawahannya. Lempuyang Temple (Pura Lempuyang Luhur) terletak sekitar 10 km sebelah timur dari Tirtagangga di lereng Gunung Lempuyang dan merupakan salah satu dari sembilan pura penanda arah mata angin di pulau Bali. (Sumber: Wikipedia)
 
Tirta Gangga literally means water from the Ganges and it is a site of some reverence for Balinese Hindu. Strictly, the name refers to the water palace built-in 1948 by the King of Karangasem, Anak Agung Agung Anglurah Ketut Karangasem. It is, however, widely visited this palace.The primary draw in this area for visitors is the Tirta Gangga water palace, a maze of pools and fountains surrounded by a lush garden and stone carvings and statues. The one hectare complex built in 1946 by the late King of Karangsem but destroyed almost entirely by eruption of nearby Mount Agung in 1963. It has been lovingly re-built and restored and has an air of authentic royal magnificence. The centerpiece of the palace is an eleven tiered fountain and there are many beautiful carvings and statues adorning the gardens. The area around Tirta Gangga noted for its rice paddy terraces. Lempuyang Temple (Pura Lempuyang Luhur) lies about 10 km east of Tirtagangga on the slopes of Mount Lempuyang and is one of the key nine directional temples on the island. (Source : Wikipedia)





Article and Photos By : Ketut Rudi Utama
Model: Molina Olivia

No comments:

Post a Comment