Sunday, February 28, 2016

Danau Kelimutu Pilih Waktu Yang Tepat Untuk Berkunjung (Kelimutu Lake Choose The Right Time To Visit)

Segala sesuatu membutuhkan waktu yang tepat untuk memulainya termasuk kesiapan untuk menghasilkan hasil yang luar biasa. (Everything requires a great time to start, including a readiness to produce outstanding results.)
Saya mengerti akan hal ini tatkala berkunjung ke danau tiga warna yaitu danau kelimutu. Berikut ini adalah penjelasan tentang danau kelimutu yang saya ambil dari wikipedia : Kelimutu adalah gunung berapi, dekat dengan desa kecil bernama desa Moni di Pulau Flores  di Indonesia. Gunung berapi ini berlokasi kurang lebih sekitar 50 km ke arah timur dari Kota Ende, yang merupakan ibukota Kabupaten Ende di Provinsi Nusa Tenggara Timur Indonesia. Gunung berapi ini berisi tiga danau yang merupakan sebuah kawah yang sangat mencolok dan berbeda dengan kawah-kawah gunung berapi lainnya yaitu dari warnanya yang berbeda-beda. Tiwu Ata Bupu (Danau Arwah Orang Tua) biasanya berwarna biru dan adalah paling barat dari tiga danau ini. Dua danau lainnya, Tiwu Koo Fai Nuwa Muri (Danau Arwah Orang Muda dan Perawan) dan Tiwu Ata Polo (Danaunya Arwah Jahat atau Danaunya Ilmu Hitam) yang mana dipisahkan oleh dinding kawah yang tipis dan biasanya berwarna hijau atau merah. Danau berubah warna bervariasi secara periodik. Percampuran kandungan dalam air melalui dinding-dinding kawah adalah kemungkinan penyebab aktif perubahan warna yang terjadi di dua danau di sebelah timur ini. Awalnya ditemukan tahun 1915 oleh B van Suchtelen orang Belanda, dan tahun 1929 Y.Bouman membuat tulisan yang mempopulerkannya, sampai pernah masuk salah satu tempat wisata paling populer di Indonesia:

I understand now the above quote when visiting the three colors lake called kelimutu. The following is an explanation of  kelimutu lake which I took from wikipedia : Kelimutu  is a volcano, close to the small town of Moni in central Flores island in Indonesia. The volcano is around 50 km to the east of Ende, Indonesia, the capital of Ende regency in East Nusa Tenggara province. The volcano contains three striking summit crater lakes of varying colors. Tiwu Ata Bupu (Lake of Old People) is usually blue and is the westernmost of the three lakes. The other two lakes, Tiwu Ko'o Fai Nuwa Muri (Lake of Young Men and Maidens) and Tiwu Ata Polo (Bewitched or Enchanted Lake) are separated by a shared crater wall and are typically green or red respectively. The lake colors vary on a periodic basis. Sub-aqueous fumaroles are the probable cause of active up-welling that occurs at the two eastern lakes. Originally discovered in 1915 by SW van Suchtelen the Netherlands, and in 1929 Y.Bouman popularized this place through a writing , and have made it become one of Indonesia's most popular tourist destination. 

kelimutu flores5
 
Sesuatu ingin dicapai tentunya karena sebuah daya tarik yang tinggi. Berawal dari hal ini maka saya bersama rekan saya memiliki keinginan yang tinggi untuk melihatnya langsung tanpa memperhitungkan waktu yang tepat untuk mengunjunginya. Sebuah kewajaran didalam pemikiran kami bahwa tempat ini jauh dari tempat kami berada dan mumpung berkunjung ke pulau Flores maka sekalian saja mengunjungi Kelimutu agar biaya yang dikeluarkan tidak terlampau tinggi.

Something to be achieved, it is absolutely because of its high attraction. Starting from this statement then me and my colleagues have a high desire to see it directly without taking into account the right time to visit. A fairness in our mind that this place is far from where we come from and a good chance been in the island of Flores then just visiting the lake simultaneously so that the cost is not too high.

kelimutu flores2

Dari desa Moni, sebelum masuk ke areal hiking danau tiga warna ini, kami pun sebenarnya telah mendapatkan sebuah saran untuk menginap di Moni terlebih dahulu untuk menunggu waktu yang tepat untuk melakukan hiking ke puncak. Mengingat pada saat musim hujan atau berawan ada kemungkinan para pengunjung tidak dapat melihat keindahan danau tiga warna ini. Keingintahuan yang besar membuat kami tetap melangkah dan yang ada dibenak adalah sebuah penghematan biaya. Hal ini sebenarnya sebagai penyebab kenapa di desa Moni banyak dijumpai penginapan-penginapan seperti villa - villa kecil untuk menunggu waktu yang tepat.

From the village of Moni, before entering into the hiking area of the three colors lake, we were actually getting a suggestion to stay at Moni in advance to wait for the right time to take a hike to the summit. During the rainy season or cloudy there is a possibility for visitors unable to see the beauty of the three colors lake. A great curiosity which made us to keep pace and that there was a cost savings minds. It is actually become the cause of why in Moni village found many lodges like small villas to wait for the right time.

kelimutu flores3

Disepanjang perjalanan kami hanya menjumpai jalan setapak yang sempit dan berkabut tebal. Sempat menurunkan motivasi untuk kembali saja dan tidak melanjutkan perjalanan menuju puncak seperti beberapa pengunjung yang datang bersamaan dengan kami. Namun seorang pemandu lokal tetap menyemangati kami agar tetap melanjutkan perjalanan menuju puncak dan dibubuhi dengan cerita-cerita mistis danau ini. Sehingga perjalanan dalam waktu kurang lebih 40 menit berhasil kami lakukan sampai ke sebuah tugu yang dibilang puncaknya danau tiga warna ini.

Along the way we have encountered only a narrow path and fog. Had ever decreasing our motivation to go back and not continuing the journey to the summit as some of the visitors did who came along with us. However, a local guide was kept encouraging us to continue our journey to the top and sprinkled with stories of this mystical lake. So the trip in less than 40 minutes we made it and got to a monument that was arguably as the peak of the three colors lake.

kelimutu flores4

Sangat membosankan melihat sekeliling yang diselimuti oleh kabut tebal dan tidak tampak apa-apa. Berselang beberapa menit sebuah keajaiban terjadi tatkala kabut-kabut itu hilang sepertinya dihembus angin dan menunjukan sebuah keindahan danau. Dan ternyata kami berada ditengah-tengah tiga kawah yang menganga lebar didepan kami. Sebuah pertunjukan yang singkat dan awan kembali menyatu menutup keindahan itu disertai hujan yang sangat lebat dan tidak dijumpai tempat berteduh. Tempat berteduh hanya terdapat dibeberapa pos sebelum tugu puncak ini. Meskipun dalam keadaan basah namun saya tetap bersyukur karena telah melihat langsung danau ini dan sungguh menakjubkan. Ternyata kesabaran akhirnya menemukan apa yang kita inginkan. Meski dalam hitungan menit tatkala awan tebal terbuka dan menunjukan keindahan danau tiga warna ini, dari puncaknya saya mampu melihat sebuah keindahan alam dan dibalik ini semua saya mendapatkan banyak filosofi kehidupan.

Very boring when looking around which blanketed by thick fog and did not seem anything. After a few minutes a miracle happened when the fogs that seemed lost by the wind and shown the beauty of the lake. And it turns out that we were in the midst of three colors crater gaping in front of us. A brief performances it was and cloud reunited again to close the beauty of it accompanied by heavy rain and we found no shelter. Shelter was only found in some post before this peak monument. Although in wet but I  was grateful to have a direct view of the lake and it's amazing. It turned out that patience finally found what we wanted. Although in a matter of minutes when thick clouds open and show the beauty of the lake of three colors, from it's peak then I was able to see a natural beauty and behind of all I got a lot of life philosophy.

kelimutu flores1
 
Kami pun kembali dalam keadaan basah dan semua handphone dan alat elektronik yang kami bawa mengalami kerusakan dan harus diperbaiki di kota Ende. Saya sekarang mengerti makna sekelumit rangkaian kata pada tugu yang terletak di atas puncak danau Kelimutu bahwa keadaan alam ini berubah-rubah dan hanya dapat disaksikan secara nyata di danau Kelimutu. Oleh sebab itu diperlukan waktu yang tepat untuk mengunjunginya. Tapi saran saya datanglah pada saat musim hujan atau berawan, sebuah waktu yang tepat untuk melihat perubahan cuaca dan mengerti akan hal ini.

We returned in wet conditions and all mobile phones and electronic devices that we carried on were damaged and must be repaired in the city of Ende. I now understand the meaning of series of words on a monument located on the summit of the lake in Flores that the circumstances of this nature is immutable and can only be seen so real in this lake in Flores. Therefore requires the right time to visit. But my advice please come during the rainy season or cloudy, a great time to see the changing weather and understand on it.




Article by Ketut Rudi
Photos by Mess and Marando Lioe
Models : Ketut Rudi And Gede Odantara

No comments:

Post a Comment