Monday, February 29, 2016

Rumah Tradisional Sumba (Sumba Traditional House)

Rumah adat di Sumba kebanyakan rumah panggung, terbuat dari kayu sebagai kerangka utama. Bambu adalah bahan utama untuk pembuatan lantai rumah adat di Sumba.

Custom homes in Sumba mostly on stilts form, made ​​of wood as its main framework. Bamboo is the main material for  houses floor in Sumba.

IMG_3608

Pada saat berbaring, seperti dipijat di bagian belakang sangat nyaman dan ada angin segar berhembus dari bagian bawah rumah.

When laying freely, like a massage on the back of my body which was very comfortable and there was a fresh breeze from the bottom of the house.

IMG_3599

Pada pintu masuk terdapat tangga bambu, yang mana  untuk  semua penghuni rumah, kerabat keluarga atau yang bertamu sebelum mencapai teras rumah agar menaiki tangga terlebih dahulu. Dan menghindari hewan peliharaan masuk kedalam rumah.

At the entrance there is a bamboo ladder, which for all the occupants of the house, family and relatives or guest who are visiting to and before reaching a terrace of the house shall climb the ladder first. And also to avoid pets entering the main house.

IMG_3603

 Sebagian besar bahan dasar dalam interior rumah adalah bambu. Bagian paling bawah sebuah rumah adalah tempat menyimpan hewan peliharaan yang berukuran kecil seperti ayam, bebek, babi, kambing atau anjing. Untuk Kuda mereka tempatkan di kandangnya tersendiri.

Most of the basic material in the interior of the house is a bamboo. The bottom of a house is a place to keep small pets such as chickens, ducks, pigs, goats or dogs. For horses placed in a separate cage.

IMG_3601

Di dalam rumah ada ruang luas dan digunakan sebagai tempat tidur, menyimpan jagung dan peralatan berkebun atau beternak semua bersama-sama dalam sebuah ruangan. Rumah tertutup tidak ada jendela atau lubang udara. Udara dingin datang dari angin yang mengalir dari bawah panggung, sehingga bahkan tertutup rapat tapi lingkungan ruangan tidak terasa panas atau pengap. Di malam hari rumah sebagian besar menjadi selimut untuk orang-orang di dalam rumah. Hal ini sedikit gelap dan berasap di dalam ruangan yang berasal dari asap kayu untuk memasak, yang juga terdapat di dalam ruangan. Meskipun ada api didalam rumah namun rumah tidak terbakar, karena tempat memasak dibuat sedemikian rupa, tempat membakar kayu bakar dikelilingi seng sehingga api tidak menyebar. Asap berfungsi untuk mengasapi dan mengawetkan jagung yang digantung dan dapat menghilangkan bau dan mengusir serangga seperti nyamuk.

Inside of the house there is ample room and used as a bed, storing corn and gardening  or livestock  equipment all together. A bunged up house because there are no windows or air holes. Cool air is coming from  wind which is flowing from below passing through the bamboo floor. So even tightly closed but the environment is not hot or stuffy. In the night the house mostly become blanket for the people inside of the house. It is bit dark and smoky in the room which is derived from fire wood smoke when cooking, which is also contained in the room. Although flammable, but safe and cooking area is made ​​in such a way,  the zinc surrounded so fire does not spread . The smoke serves to bloat hanged corn and has an ability to end odors and repel insects like mosquitoes .
IMG_3596

IMG_3598

Atap dan dinding juga terbuat dari bahan yang cukup sederhana: kulit anyaman bambu untuk dinding dan anyaman jerami atau ijuk untuk atap.

The roof and walls are also made ​​of a material that is quite simple: leather woven of bamboo for walls and woven of straw or palm  for the roof .

IMG_3602

IMG_3600

IMG_3604

Saya pernah tinggal selama sekitar 3 jam, dan mereka senang dari hari ke hari. dan saya merasa senang untuk beristirahat di sini. Saya mulai berpikir bahwa ini adalah rumah masa depan saya. Konsep rumah tinggal yang ramah lingkungan.

I have ever stay for about 3 hours, and they look happy day by day. and I felt nice to take a rest here. I thought that this is my future house.T he concept of Eco-friendly homes.

IMG_3613

Rumah adat masyarakat di Sumba bukan sekedar rumah untuk tempat tinggal semata, tetapi juga  menggambarkan fungsi-fungsi sosial tertentu sehingga hampir setiap bangunan yang disebut dengan kabisu  mempunyai fungsi dan nama rumah yang berbeda. Masyarakat Sumba dalam budaya mereka memiliki 3 jenis rumah, yaitu :
  1. Rumah Adat (Uma) yang berfungsi sebagai pusat dan awal kehidupan, semua kegiatan ritual kepercayaan berlangsung di rumah ini.
  2. Rumah Dusun sebagai tempat tinggal sehari-hari.
  3. Rumah Kebun sebagai tempat tinggal saat berkebun atau bercocok tanam dan sebagai tempat menyimpan kuda.
Sekarang banyak rumah disumba yang dibangun dalam bentuk modern, seperti atap sudah terbuat dari seng dan tembok beton bahkan bukan rumah panggung lagi. Dan setiap Rumah memiliki kubur batu yang berarti ikatan keluarga yang tidak dapat dipisahkan dan diyakini arwah keluarga yang telah meninggal masih tinggal bersama-sama dengan yang masih hidup

Traditional house in Sumba is not just home to stay, but also describes certain social functions so that almost every building called kabisu has a function and the name in every different house. Sumba people in their culture have 3 types of houses, such:
  1. Traditional House (Uma) that serves as the center and the beginning of life, all the rituals of believe took place in this house.
  2. Dusun house as a daily residence .
  3. Garden House  as a place to stay while gardening or farming. And for placing horses
Now many houses in sumba built in a modern form, such as the roof has been made of zinc and concrete walls and it is not even a home stage again. And each house has a stone tomb which means family ties can not be separated and they  believed  the spirits of deceased family still live together with who still alive.  



Article and Photos by Ketut Rudi Utama
Location : Kodi Village South West Of Sumba

No comments:

Post a Comment