Sunday, February 28, 2016

Sebuah Cerita Di Perbatasan Negara (A Story On State Border)

"Besok aku akan menjemputmu kembali", akupun kembali ke mobilku dan segera kembali ke negaraku sebelum ijin waktu berkunjungku habis. Aku tinggal didaerah perbatasan antara Negaraku dengan Negara kekasih hatiku. Memang tidak cukup jauh jaraknya akan tetapi pemeriksaan perbatasan itu yang membuat aku merasa seperti berada dibelahan bumi yang lain. Hal ini aku lewati hampir disetiap waktu kunjunganku ke kekasih hatiku.

"Tomorrow I'll get you back", then I went back to my car and immediately returned to my country before my visit permission time is running out. I live in the border area between my country with the State of my lover. It's not far enough  but the border checks makes me feel like I am stay in the other hemisphere. I run almost every time when visiting my lover.

  speedometer

Kadangkala aku pergi bertemu kekasih hatiku tanpa melewati pemeriksaan perbatasan itu. Aku pun berjalan dihantui oleh rasa takut yang cukup tinggi. Aku menjadi seorang yang paranoid merasa bersalah memasuki negara lain secara illegal. Aku tidak mau tertangkap di Negara lain. Perbatasan itu sepertinya membatasi hubungan ku dengan kekasih hatiku. Apakah hubungan percintaan ini terlarang?. Terus sampai kapan aku harus hidup di dua Negara?.

Sometimes I go to meet my lover without passing through the border checks. I was haunted by the high enough of fear running in every step. I became a paranoid feel guilty entering another country illegally. I do not want to get caught in another state. The border seems like limiting my relationship to my lover. Is this forbidden relationships ?, until when do I have to live in two countries ?.

  speedometer

Aku pun tersiksa dan kutulis surat kepadanya, surat untuk menghentikan hubungan ini.
Dear , Netty Saya tidak tahan lagi melanjutkan hubungan ini. Jarak antara kita terlalu jauh oleh batas di perbatasan Negaraku. Maafkan aku... Mohon simpan Foto saya yang pernah saya berikan padamu. Love, Sandro......
Surat itu tidak pernah dibalas lagi, aku tidak tahu apakah surat itu bisa melewati perbatasan itu atau tidak. Bumi kalau dilihat dari bulan tampak utuh tidak ada batasnya. Akan tetapi terlalu banyak batas yang ada membatasi manusia. Perbatasan dibuat oleh suatu negara agar dapat menyeleksi orang - orang yang akan memasuki sebuah negara. Akan tetapi penyelundupan, human traficking, illegal loging  yang tinggi apakah wujud bahwa batas di perbatasan itu sudah tidak ada lagi.

I was tortured and I wrote her a letter, letter to end our relationship. "Dear, Netty I can no longer continue this relationship. The distance between us is too much  limited by the border of our Country. I'm sorry ... Please keep my photos that I have ever gave to you. Love, Sandro ...... " The letter was never replayed again, I do not know whether the letter could pass the border or not. Earth when viewed from the moon looks like intact and no limits. But actually too many limits that restricting every human. The border made by a country to select people who will enter a state. However a high amount of, smuggling, human trafficking, illegal logging occurred which is showing a form that the border limit is no longer exists.





      Article and Photos by Ketut Rudi

No comments:

Post a Comment