Sunday, February 28, 2016

Semangat Orang Minang Seperti Rumah Adat Minangkabau (Minangkabau Traditional House The spirit of Minang )

Rumah Gadang atau di Minangkabau disebut Rumah Godang adalah nama untuk rumah adat Minangkabau yang merupakan rumah tradisional yang ada di Provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Orang Minangkabau atau orang Minang dan seringkali disebut dengan Orang Padang adalah suku yang berasal dari Provinsi Sumatera Barat. Suku ini terkenal karena adat pernikahan yang matrilineal dan banyak warganya merantau ke berbagai daerah. Merantau pada etnis Minang bukanlah hal yang baru dan telah berlangsung sejak lama. Migrasi besar-besaran pertama terjadi pada abad ke-14, dimana banyak keluarga Minang yang berpindah ke pesisir timur Sumatera hingga ke Negeri Sembilan, Malaysia. Bersamaan dengan gelombang migrasi ke arah timur, juga terjadi perpindahan masyarakat Minang ke pesisir barat Sumatera. Di sepanjang pesisir ini perantau Minang mendirikan koloni-koloni dagang, seperti di Meulaboh, Aceh tempat keturunan Minang dikenal dengan sebutan Aneuk Jamee. Setelah Kesultanan Malaka jatuh ke tangan Portugis pada tahun 1511, banyak keluarga Minangkabau yang berpindah ke Sulawesi Selatan. Mereka menjadi pendukung kerajaan Gowa, sebagai pedagang dan administratur kerajaan. Datuk Makotta bersama istrinya Tuan Sitti, sebagai cikal bakal keluarga Minangkabau di Sulawesi. Gelombang migrasi berikutnya terjadi pada abad ke-18, yaitu ketika Minangkabau mendapatkan hak istimewa untuk mendiami kawasan Kesultanan Riau-Lingga. Pada masa penjajahan Hindia-Belanda, migrasi besar-besaran terjadi pada tahun 1920, ketika perkebunan tembakau di Deli Serdang, Sumatera Timur mulai dibuka. Pada masa kemerdekaan, Minang perantauan banyak mendiami kota-kota besar di Jawa, terutama Jakarta. Kini Minang perantauan hampir tersebar di seluruh dunia. Terkenal diseluruh Nusantara dengan masakan khasnya yaitu Masakan Padang.

Rumah Gadang or in Minangkabau called Rumah Godang is the name for Minangkabau traditional house which is a traditional house in West of Sumatra province, Indonesia. Minangkabau or Minang people and is often called the people of Padang is a tribe that originated from the province of West Sumatra. These ethnic groups are famous for their matrimonial and many residents migrated to different regions. Wanderer is not a new thing in Minangkabau and has been going on since long. The first large-scale of migration occurred in the 14th century, where many families in Minang moved to the east coast of Sumatra to Negeri Sembilan, Malaysia. Along with the wave of migration to the east, migration of Minang community also to the west coast of Sumatra. Along the coast, Minang wanderer established trademarks, such as in Meulaboh, Aceh known as the Minang descent "Aneuk Jamee". After the Sultanate of Malacca felt to the Portuguese in 1511, many families who moved to South of Sulawesi. They became royalist of Gowa kingdom, as traders and administrators of kingdom. Datuk Makotta with his wife Sitti, as a forerunner to the Minangkabau family in Sulawesi. The next wave of migration occurred in the 18th century, when Minangkabau privileged to inhabit Riau-Lingga Sultanate. During the colonial period the Dutch East Indies, a massive migration occurred in 1920, when the tobacco plantations in Deli Serdang, East Sumatra was opened. At the time of independence, wanderer of Minang inhabited many big cities in Java, especially Jakarta. Minang wanderer now almost spread all over the world. And the Famous thing throughout the archipelago is its distinctive cuisine that called "masakan Padang".

Rumah minangkabau
Bundo Kanduang – Limpapeh Rumah Nan Gadang Artinya Bundo Kanduang – Semarak rumah yang besar ( Mother and the glamour of a big house )
Merantau dan menjadi berguna dengan berbekal ilmu pengetahuan sehingga mampu membangun rumah yang besar untuk semua keluarga. Tentunya dengan hidup yang hemat semuanya akan tercapai. Sepertinya hal inilah yang dapat saya pelajari dari semangat orang Padang semangat para perantau.

Become useful wanderer and armed with knowledge so they can build a big house for whole family. Obviously with scrimp behavior all will be achieved. It seems this is what I learned from the spirit of Minangkabau, the spirit of wanderer.




Article by Ketut Rudi
Sources : http://roezyhamdani.blogspot.co.id/p/suku-minangkabau.html and wikipedia Photo by Lelly Jeane

No comments:

Post a Comment