Wednesday, February 10, 2016

Siapakah Yang Membuat keindahan Sawah Di manggarai? (Who Makes the beauty of Manggarai's ricefield?

Apabila anda melakukan perjalanan wisata ke Pulau Flores, maka jangan lupa untuk menyempatkan diri berkunjung ke Kabupaten Manggarai untuk melihat sebuah keunikan. Keunikan itu memang terdapat didaerah lainnya di Indonesia, akan tetapi sebuah keunikan yang terdapat banyak filosofi didalamnya.  Sebuah areal persawahan yang menyerupai berbagai bentuk yang menakjubkan dan salah satunya berbentuk jaring laba – laba besar. Sebuah keindahan apabila kita melihatnya dari tempat yang tinggi. Masyarakat setempat biasa menyebut dengan nama sawah Lingko. Tampak sebuah sawah yang indah sama halnya di Ubud Bali dan pasti timbul sebuah pertanyaan, siapakah yang membuatnya?.

Masyarakat di manggarai percaya bahwa kebersamaan adalah sebuah jalan kehidupan yang paling baik untuk terus dijalankan. Dan hal ini diwujudkan dalam bentuk aturan dan kesepakatan bersama dalam hal penyediaan lahan persawahan untuk memenuhi kebutuhan pangan di wilayah itu. Lahan – lahan yang dimiliki secara adat atau yang biasa disebut sebagai hak ulayat dibagi secara merata untuk semua penduduk di area wilayah adat. Aturan tersebut akhirnya melahirkan petak-petak sawah yang menakjubkan. Saya belum mengetahui pasti apakah sistem pengairannya sama dengan di Bali yaitu menggunakan sistem subak yaitu pembagian waktu untuk mengairi sawah. Mungkin saja sama. 
Bukan saja dalam bidang pembagian lahan persawahan, sampai sekarang warga Manggarai masih menerapkan prinsip kebersamaan dalam bidang pendidikan. Mereka mengadakan semacam arisan untuk mengumpulkan dana untuk beberapa anak-anak yang akan melanjutkan study ke jenjang yang lebih tinggi. Sebuah keindahan seperti keindahan sawah-sawah di manggarai.
If you do travel to the island of Flores, then do not forget to took a visit to the Manggarai district to see a uniqueness. The uniqueness  is also available in other areas in Indonesia, but a uniqueness is bit different that a lot of philosophy in it. A paddy fields resemble in various stunning form and one of them shaped like webs. A beauty when we see it from a height. Local people used to call by the name of paddy Lingko. Looks a beautiful rice fields such in Ubud Bali and definitely raised a question, who made it?.
People in manggarai believe that togetherness is a most excellent way of life to continue to run. And this is manifested in the form of rules and collective agreements in the provision of paddy fields to meet the food needs of the region. Land owned by indigenous or commonly referred to as communal rights is divided equally to all residents in the area of ​​indigenous territories. That rule eventually led rice plots were amazing. I do not know for sure whether the irrigation system is the same as in Bali Subak is using the system of dividing the time to irrigate the fields. Maybe the same.
Not only in the field of distribution of rice fields, until now residents of Manggarai still apply the principle of unity in the field of education. They have some kind of social gathering to raise funds for some of their children who will continue their study to a higher level. A beauty like the beauty of the rice fields in Manggarai.


sawah di manggarai flores Indonesia


sawah di manggarai flores Indonesia

sawah di manggarai flores Indonesia

sawah di manggarai flores Indonesia

sawah di manggarai flores Indonesia

sawah di manggarai flores Indonesia

sawah di manggarai flores Indonesia

sawah di manggarai flores Indonesia

sawah di manggarai flores Indonesia

sawah di manggarai flores Indonesia

sawah di manggarai flores Indonesia

Article and Photos by Ketut Rudi
Location : Compang Cibal and Lembor Manggarai Flores

No comments:

Post a Comment