Saturday, March 12, 2016

Sebenarnya yang membuat sedih di ujung sebuah perjalanan adalah sebuah perpisahan (Actually that makes sad at the end of a trip is a farewell)

Semua perjalanan pasti ada akhirnya. Kadang kala membutuhkan sebuah usaha untuk melanjutkan sebuah perjalanan baru. Menyusuri sebuah jalan dengan sebuah kendaraan sebagai contohnya, saat akses jalan tidak ada lagi, maka perjalanan terhenti atau masih mampu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Every trip must have an ended. Sometimes need an effort to continue a new journey. A journey along a road with a vehicle as an example, when there is no access road, the trip stopped or is still able to continue the journey on foot.

the end of the road

 Tentu berjalan kaki adalah suatu hal yang sangat melelahkan. Setiap orang pasti pernah mengalami hal ini. Dan jika sebuah perjalanan dilakukan beramai - ramai, maka ada saja salah satu orang yang memotivasi untuk melanjutkan perjalanan.

Of course walking is a very tiring thing. Everyone has experienced on this. And if a trip is conducted by group of people , then there will be one person as a motivator who motivating other to continue the journey.

di ujung baru

Dalam perjalanan hidup seorang manusia, tatkala tiba waktunya berakhir di sebuah ujung perjalanan hidup itu yang paling sering dijumpai adalah sebuah suasana sedih. Sedih berada diujung jalan karena sebuah perpisahan. Perpisahan yang tidak mungkin akan bertemu kembali. Sebenarnya yang membuat sedih di ujung sebuah perjalanan adalah sebuah perpisahan.

In the course of a human life, when it came to an end of time of life journey, was the most often met was a sad mood. Sad in the threshold of a separation and goodbye. Parting that never meet again. Actually that makes sad at the end of a trip is a farewell.






Article And Photos By Ketut Rudi

No comments:

Post a Comment