Saturday, February 24, 2018

Sebagai Orang Tua (As A Parent)

Hampir semua manusia di bumi ini memiliki pengalaman masa kecil yang indah. Bermain dan bermain sudah menjadi sebuah aktivitas yang pasti dilewati oleh seluruh anak - anak di dunia.

Almost all human in this earth has a wonderful childhood experience. Playing a game and play everyday has become an activity that certainly passed by every child of the world.

Bermain Pasir1

Bermain dengan berlari sekuat tenaga, melompat dan memanjat dan menjelajah sesuatu yang baru meski orang tua mengawasi dengan penuh rasa cemas. Ada beberapa anak - anak di dunia ini memiliki watak yang sungguh keras yaitu susah untuk diatur. Ketika melihat anak - anak jaman sekarang, maka aku teringat akan jasa orang tuaku yang sedemikian beratnya mengawasiku hingga tumbuh dewasa sampai dengan detik ini.

Showing the best run, jump, climb and exploring something new while parents are watching with anxiety. There were several children in this world has a hard character that hard to set up. When looking at nowadays children, than I remembered my parent's hard effort on watching me to grow up until now.

bermain Pasir2

Bermain tanah itu lebih asyik dibandingkan bermain api atau air. "Jangan bermain api, nanti terbakar", kata orang tua dulu. Atau "jangan bermain air, nanti basah". Lantas bermain tanah juga tidak boleh nanti kotor. Jadi dibalik marahnya orang tua saya dulu sebenarnya memiliki arti bahwa sebelum bermain sesuatu seorang anak diharapkan oleh orang tuanya harus mengerti segala resiko yang akan dihadapi dari permainan itu. Seperti waktu kecil dulu, sekarangpun aku sering lupa akan resiko sebuah peran atau pekerjaan yang aku mainkan karena tidak ada yang mengingatkan. Hanya sebuah kata sepertinya mengejek orang yang menyesal yakni "penyesalan selalu ada dibagian akhir sebuah perjalanan". Akan tetapi perlu diketahui bahwa tidak ada kedawasaan yang sebernarnya akan terjadi tanpa di awali dengan penyesalan, ya seperti yang di alami sejak kecil dulu yakni saat melanggar nasehat orang tua untuk jangan bermain api, air atau tanah, dan meski sudah diingatkan oleh orang tua, tetapi tetap saja dilanggar dan dilakukan dan semuanya terjadi begitu saja. Dan sekarang aku selalu cemas tatkala melihat anakku bermain sendiri. Ada keinginan yang kuat untuk selalu mengawasinya agar dia tetap aman sehingga aku tidak menyesal karena gagal melakukan tugas dan tanggung jawab sebagai orang tua.

Mud castling was more fun than fireworks or water war. "Do not lit your fireworks, don't get burned," said my parents. Or "do not get wet". Then playing mud castle also prohibited by to avoid dirty. Behind of all my parental advise turned out that it has a meaning that before playing something children is expected by their parents to understand all risks that would be faced by game they played. Just the same as my childhood story above, now in adultery I often forget the risk of a role or job I played coz nobody advising me anymore, and only a word seems to mock someone who is in contriteness "regret is always at the end of a journey". But there will be no adultery actually is going to form without any regrets in life, yes as it experienced since childhood when parents advised me to stop playing with my fireworks, water or mud, despite being reminded by, but I was ignoring it and everything happened. And now I always feel worry in every time I see my son playing alone. There is a strong desire to keep an eye on him to keep him safe so in the future I will not regret on not doing my duties and responsibilities as a parent.



Ketut Rudi Utama
Model : Putu Rias

No comments:

Post a Comment